3/06/2012

Canon Pixma MX7600

Hasil cetak setara laser berkat teknologi baru bertajuk Pigment Reaction.Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4Style Definitions  table.MsoNormalTable {mso-style-name. Tak puas dengan perkembangan cetak inkjet saat ini, pabrikan Canon bereksperimen dengan menghadirkan sistem cetak berteknologi bertajuk PgR (Pigment Reaction). Printer pertama pengusung teknologi tersebut adalah Canon seri Pixma MX7600 yang kami uji kali ini. Jika ditilik, printer ini memiliki fasilitas yang mirip—bahkan cenderung lebih sederhana—dibanding pendahulunya, yaitu Pixma MX850. Meski begitu, harga jual MX7600 ternyata jauh lebih tinggi (US$ 545) dibandingkan MX850 (US$ 398). 
Cara kerja PgR/Clear Ink pada dasarnya adalah melakukan pelapisan khusus pada kertas biasa (plain paper) sebelum kertas tersebut disembur butiran tinta dari cartridge. Perlu dicatat, teknik PgR hanya dilakukan pada kertas biasa (ukuran HVS/A4) saja; tidak untuk kertas lain seperti kertas foto. Bahan bening untuk PgR ditempatkan dalam cartridge tersendiri dan penyemprotan PgR dilakukan pada roller khusus (yang posisinya di bagian belakang printer) yang menarik kertas. Maksud pelapisan PgR ini adalah memaksimalkan sebaran tinta pada kertas sekaligus melindunginya agar tak mudah luntur. Imbasnya, hasil cetak (terutama grafis) akan tampak tajam seperti cetakan printer laser warna. Namun konsekuensinya adalah proses pelapisan PgR ini juga menyebabkan kecepatan cetak menjadi lebih lambat.

No comments:

Post a Comment